Budidaya Rumput Laut
Budidaya rumput laut
merupakan salah satu jenis
usaha yang dapat ditekuni.
Permintaan pasarnya cukup
besar, tidak saja untuk
dikonsumsi dan dibuat produk
makanan, tetapi juga sebagai
bahan baku obat dan produk
kosmetika.
Salah satu lokasi budidaya
rumput laut terdapat di
wilayah Kutuh, Bali. Di tempat
ini banyak petani yang
menggeluti usaha ini.
Untuk
mencapai lokasi budidaya
rumput laut, dari kota
Denpasar, Bali, dapat melalui
wilayah Jimbaran, Nusa Dua,
Bali, menuju ke Kabupaten
Badung. Perjalanan sejauh 30
kilometer dapat ditempuh
dengan menggunakan
kendaraan roda empat.
Rumput laut yang
dibudidayakan disini terdiri
dari dua jenis, Jenis cottoni dan
spinosum. Areal untuk
budidaya rumput laut ini
jumlahnya sekitar 39 hektar.
Pasar yang paling bagus saat
ini adalah untuk rumput laut
jenis spinosum.
Rumput laut yang
dibudidayakan tidak hanya
untuk dikonsumsi manusia dan
diolah menjadi produk
makanan, tetapi juga untuk
dijadikan bahan baku pabrik
obat dan produk kosmetika.
Setiap minggunya, petani
disini dapat memanen sekitar
500 kilogram rumput laut.
Harga
rumput laut yang sudah kering
di pasaran berkisar antara 3
ribu sampai 4 ribu rupiah per
kilogram. Pasarnya tidak hanya
di dalam negeri tetapi juga
diekspor ke berbagai negara,
seperti Jepang, Korea Selatan,
Hongkong, Cina, Jerman,
Spanyol dan Inggris. Sebagian
besar rumput laut hasil
budidaya petani disini dijual ke
pedagang di surabaya.
Rumput laut dibudidayakan
petani di tengah laut, dengan
kedalaman 5 sampai 15 meter.
Penanaman dilakukan saat
ombak sedang surut.
Untuk menuju lokasi
penanaman di tengah laut
menggunakan perahu
bermotor. Untuk memeriksa
rumput laut yang ditanam
petani harus menyelam. Agar
mudah dipanen, rumput laut
diikat pada seutas tali.
Usaha budidaya rumput laut
yang dilakukan petani disini
tidak terlepas dari bantuan
instansi terkait, seperti
Direktorat Jendral Perikanan
Budidaya, Departemen
Kelautan dan Perikanan.